WAGHETE, DEIYAI — Papuapatrolie-news.com, Pemerintah Kabupaten Deiyai resmi meluncurkan Tim Pendataan BPS dan Statistik bagi fakir miskin, lansia, serta warga tidak mampu yang dikoordinir oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfo) Kabupaten Deiyai. Peluncuran tim berlangsung di halaman Kantor Bupati Deiyai, Jumat (14/11) siang.
Program pendataan yang menyasar seluruh kampung ini melibatkan sejumlah dinas terkait. Dalam arahannya, Bupati Deiyai Melkianus Mote menegaskan bahwa keakuratan data menjadi kunci utama sebelum pemerintah menyalurkan bantuan.
“Saya punya banyak pengalaman di swasta. Kami selalu percaya data, dan data harus datang dari banyak sumber,” ujar Bupati Mote.
Ia menjelaskan bahwa pendataan fakir miskin memiliki dasar hukum yang kuat, karena negara wajib menjamin kebutuhan kelompok rentan.
“Maka itu, sebelum kita bantu, kita butuh data yang valid dari lapangan. Terutama bagi daba, miyaa, dobiyo dan ageekita bagee,” tegasnya.
Bupati Mote meminta agar setiap kampung wajib didatangi tanpa terkecuali, dengan prioritas pendataan difokuskan pada kelompok daba, dobiyo dan miyaa. Ia juga menekankan agar proses pendataan dilakukan secara menyeluruh dengan mencakup identitas hingga kondisi sosial ekonomi warga.
“Pada saat pendataan, fokus utama itu daba, dobiyo dan miyaa. Tanya mereka punya KTP dan rekening atau tidak. Selain itu, lihat apakah mereka ini punya usaha atau tidak, termasuk kondisi rumah,” ungkapnya.
Tak hanya itu, tim juga diminta mencatat aktivitas dan kemampuan masyarakat, seperti pekerjaan sebagai petani, nelayan, serta keahlian khusus seperti merajut, menjahit atau beternak. Kondisi rumah dan penerangan pun wajib dimasukkan dalam laporan.
Bupati Mote menambahkan bahwa mulai tahun depan seluruh program bantuan akan diberikan berbasis KTP. Karena itu, ia meminta agar seluruh masyarakat memiliki dokumen kependudukan yang lengkap.
“Mulai tahun depan kita akan benar-benar bantu berdasarkan KTP. Maka itu semua orang harus miliki KTP. Kita juga akan bantu sesuai kondisi dan kelebihan masing-masing orang,” tandasnya.
Selain data dari Kominfo, Bupati Deiyai menyebut bahwa pemerintah juga telah memiliki data dari berbagai dinas, seperti Dinas Pertanian, Perikanan, Perumahan dan Pemukiman, Pendidikan, Kesehatan, hingga Dinas Sosial. Seluruh data ini akan disinkronkan tahun depan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. (PK/DEIYAI)









