Jakarta, – Papuapatrolie-news.com, Rabu 4 Juni 2025, Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) menggandeng iBlooming Indonesia, lembaga pelatihan vokasi CMC, serta platform edukasi digital KIPIN untuk menghadirkan solusi nyata dalam menghadapi tantangan krisis pendidikan dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Indonesia akibat disrupsi teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kerja sama tersebut diumumkan dalam pertemuan di kantor iBlooming Indonesia, Gedung Neo Soho Capital Jakarta, Rabu (4/6/2025), yang dihadiri oleh para penggiat pendidikan, praktisi vokasi, dan kalangan pengusaha.
Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budhisedjati, SH.CCP., menyampaikan bahwa kolaborasi ini lahir dari keprihatinan atas meningkatnya angka PHK dan minimnya akses pendidikan berkualitas, terutama di wilayah terpencil. Menurutnya, FORMAS terpanggil untuk menghadirkan solusi konkret tanpa mengandalkan dana dari pemerintah.
“Program upskilling dan reskilling serta penyediaan teknologi pendidikan bagi anak-anak kurang mampu harus segera dijalankan. FORMAS siap menyalurkan bantuan kepada sekitar 1.200 mahasiswa dan pekerja kurang mampu pada program perdana ini,” ujar Handojo.
FORMAS menegaskan bahwa program ini sepenuhnya bersifat charity dan dibiayai oleh kalangan pengusaha yang peduli, bukan dari APBN.
Sementara itu, pendiri iBlooming Indonesia Onggy Hianata mengungkapkan bahwa 250 juta pekerja di dunia terancam kehilangan pekerjaan akibat penetrasi AI yang masif.
“Kami menawarkan pelatihan global dengan biaya sangat rendah melalui platform iLearning Global, hanya 2 dolar AS per bulan, dan melalui kerja sama dengan FORMAS, biaya menjadi hanya 1 dolar AS per bulan. Ini upaya nyata membantu masyarakat mengakses pendidikan berkualitas,” jelas Onggy.
Platform iLearning Global memberikan akses ke berbagai seminar dan konten dari pembicara internasional terkemuka serta peluang mendapatkan sertifikasi mikro dari para ahli global.
Di sisi lain, Santoso Suratso dari KIPIN memaparkan teknologi yang dikembangkan untuk menjangkau sekolah-sekolah di daerah tanpa akses internet.
“KIPIN menghadirkan perangkat digital lengkap dengan ribuan buku, video pembelajaran, soal latihan, serta software asesmen modern yang dapat digunakan tanpa koneksi internet. Bahkan guru lokal bisa menambahkan materi mereka sendiri,” jelas Santoso.
Hingga saat ini, KIPIN telah menjangkau lebih dari 3.000 sekolah, 360 ribu guru, dan satu juta siswa di Indonesia. Teknologi eduSPOT memungkinkan siswa mengakses materi pembelajaran dalam radius 100 meter dari perangkat, tanpa perlu internet.
Pimpinan lembaga pelatihan vokasi CMC, Ardian Elkana, menyatakan kesiapannya mendukung kolaborasi ini. “CMC siap berkolaborasi penuh untuk menyukseskan program pendidikan FORMAS,” ujar Ardian, yang juga pendiri LSP SDM TIK.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Sekjen FORMAS Prof. Dr. Hoga Saragih, Ketua Umum DPP SPRI Hence Mandagi, Waketum APTIKNAS Bidang OKK Brian Sokhily Lasse, GM LSP Pers Indonesia Meytha Kalalo, dan Ketua Perhimpunan INTI Tangsel Santo Wirawan.
Kolaborasi FORMAS, iBlooming, CMC, dan KIPIN menjadi langkah awal dalam membuktikan bahwa masyarakat bisa mengambil peran aktif mendukung pemerintah membangun sumber daya manusia yang tangguh dan siap menghadapi tantangan global. (Red)









