Wamena, Papuapatrolie-news.com – Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2025 kembali digelar dengan megah pada 7–9 Agustus 2025 di Kampung Usilimo, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Tahun ini, FBLB mencetak sejarah baru dengan mencatatkan Rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) untuk penampilan 1.500 pemain musik tradisional Pikon dan penari Etai yang tampil secara bersamaan.
Acara dibuka resmi oleh Bupati Jayawijaya, Athenius Murip, SH, MH., didampingi Wakil Bupati Ronny Elopere, Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol, dan tokoh masyarakat Papua Maximus Tipagau. Kehadiran para pemimpin daerah dan tokoh masyarakat tersebut menjadi bukti dukungan penuh terhadap pelestarian budaya Papua serta penguatan citra Papua di mata dunia.
Ribuan wisatawan lokal dan mancanegara memadati Wamena selama festival berlangsung. Wisatawan datang dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, serta sejumlah negara Eropa. Antusiasme juga terlihat dari masyarakat Papua, di mana perwakilan berbagai suku adat berkumpul dan turut memeriahkan pertunjukan budaya.
Tokoh masyarakat Papua yang juga dikenal sebagai Maximus Gladiator Papua, Maximus Tipagau, menegaskan bahwa FBLB adalah aset budaya yang harus dijaga dan dikembangkan.
“Festival Lembah Baliem adalah warisan yang harus kita kenalkan ke seluruh dunia. Ini bukan hanya hiburan, tapi identitas dan kebanggaan Papua,” ujarnya.
Selain memukau pengunjung, festival ini memberikan dampak ekonomi signifikan. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merasakan lonjakan pendapatan yang drastis. Produk lokal seperti kerajinan tangan, kuliner khas Papua, pakaian adat, hingga suvenir budaya laris manis diburu wisatawan. Interaksi antara wisatawan asing dan pengrajin lokal menjadi pemandangan yang menarik, di mana wisatawan turut mempelajari filosofi dan nilai budaya dari setiap produk yang mereka beli.
Festival Lembah Baliem pertama kali digelar pada 1989 sebagai ajang memperkenalkan budaya Suku Dani, Lani, dan Yali kepada publik nasional dan internasional. Kini, FBLB telah menjadi ikon budaya Papua yang mendunia, menampilkan berbagai atraksi seperti perang adat, tarian tradisional, musik lokal, pameran kerajinan, pawai budaya, dan kuliner khas Papua.
Tahun ini, penyelenggara menambahkan program khusus seperti lokakarya budaya dan diskusi interaktif bersama tokoh adat serta akademisi lokal. Data panitia mencatat, jumlah pengunjung 2025 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya rekor tertinggi sepanjang sejarah festival.
Bupati Jayawijaya, Athenius Murip, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengembangkan festival ini secara berkelanjutan bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.
“Festival ini adalah bentuk perhatian nyata dari pemerintah pusat dan daerah kepada masyarakat budaya. FBLB bukan hanya ajang seni, tapi bukti bahwa kita bangga, peduli, dan siap mewariskan kekayaan budaya Lembah Baliem kepada generasi mendatang,” pungkasnya.
Dengan kesuksesan tahun ini, FBLB diharapkan semakin memperkuat posisi Papua di peta pariwisata dunia, menjadi wadah pelestarian budaya, dan sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.(Red)










