Gubernur Papua Tengah: Ungkap Lima Program Unggulan dan Subsidi Transportasi Disiapkan

Nabire PT – Papuapatrolie-news.com, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan daerah melalui program-program strategis lintas sektor yang dirancang sebagai lokomotif pembangunan jangka panjang. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) Tahun 2026 di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Bandar Lama, Kota Nabire, Kamis (8/5/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Nawipa menekankan pentingnya membangun Papua Tengah dengan visi besar dan berpikir jauh ke depan hingga 50–100 tahun mendatang. Menurutnya, sebagai provinsi baru, Papua Tengah harus memiliki fondasi pembangunan yang kuat dan berkelanjutan.

 “Papua Tengah adalah provinsi baru, dan kita harus berpikir besar untuk 50 hingga 100 tahun ke depan. Kita akan mulai dari sekarang dengan menyiapkan master plan dan studi kelayakan,” tegas Nawipa di hadapan peserta Musrenbangda.

Lima program unggulan lintas sektor menjadi fokus utama dalam perencanaan pembangunan tahun 2026. Di sektor pendidikan, pemerintah akan membangun sekolah asrama, akademi komunitas, lembaga advokasi, balai latihan kerja (BLK), serta dua perguruan tinggi negeri.

Di sektor kesehatan, direncanakan pembangunan rumah sakit provinsi, delapan puskesmas percontohan di delapan kabupaten, klinik bersalin dan bayi tabung prioritas, serta penambahan dokter spesialis dan penguatan kader posyandu.

Di bidang sosial, Pemprov Papua Tengah akan menyalurkan bantuan intensif bagi anak usia dini dan lansia, mengembangkan program transmigrasi lokal untuk orang asli Papua, membangun panti asuhan dan rumah singgah, serta menyediakan layanan konseling kerja sama dengan gereja-gereja.

Untuk sektor ekonomi dan ketahanan pangan, pemerintah akan membuka tambang mineral, mengaktifkan cold storage di Timika dan Nabire, membuka lahan pertanian untuk jagung dan padi, mengembangkan lahan kopi dan peternakan, serta mendorong UMKM dan koperasi. Selain itu, perdagangan karbon akan dikembangkan sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

Secara khusus, Gubernur Nawipa juga mengumumkan rencana pemberian subsidi transportasi bagi masyarakat Papua Tengah. Program ini akan diwujudkan melalui pembangunan Pelabuhan Kapiraya, pengaktifan rute kapal laut dari Timika dan Nabire, pengembangan bandara perintis dan terminal baru di Nabire, serta rencana pembangunan monorel dari Kota Nabire menuju Bandara Douw Aturure.

“Kita juga akan melakukan reklamasi lahan seluas 10.000 hektar untuk kawasan industri di wilayah pesisir sebagai solusi keterbatasan lahan dan kepadatan penduduk. Saat ini, tata ruang wilayah sudah mulai disusun dan studi kelayakan akan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Mimika,” ungkap Nawipa.

Di samping itu, Pemprov Papua Tengah juga merencanakan pembangunan PLTU, penyediaan air baku, pembangunan stadion utama, serta hotel milik pemerintah daerah sebagai bagian dari akselerasi pembangunan infrastruktur strategis.

Musrenbangda Papua Tengah Tahun 2025 ini mengusung tema: “Penguatan Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola Pemerintahan yang Bermartabat dan Efektif.” Gubernur Nawipa menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Pembangunan Papua Tengah harus dimulai dari akar yang paling mendasar, yaitu manusia dan sistem pemerintahan yang melayani dengan hati nurani, jujur, transparan, serta profesional. Kita ingin melihat masyarakat Papua Tengah yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Red)

Pos terkait