Launching Pengurus Baru KPA Papua Tengah: Perkuat Sinergi Cegah Penyebaran HIV/AIDS

Nabire, PT — Papuapatrolie-news.com, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah secara resmi melaksanakan launching kepengurusan barunya dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Selera, Jalan Pemuda Nabire, pada Senin (16/6/2025). 

Acara ini mengusung tema “Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas Menuju Ending AIDS 2030” dan dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus KPA Papua Tengah.

Ketua KPA Papua Tengah, Freny Anouw, S.IP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran ini menjadi momen penting untuk mengonsolidasikan kembali peran KPA dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di wilayah Papua Tengah.

“Struktur kepengurusan telah terbentuk, terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan empat divisi teknis. Hari ini kita resmi memulai kembali langkah-langkah strategis untuk menjawab tantangan HIV/AIDS di Papua Tengah,” ungkap Freny.

Freny menambahkan, sejumlah program prioritas telah dirancang dan siap dijalankan, di antaranya adalah pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang akan melibatkan KPA kabupaten/kota se-Papua Tengah. Rakerda tersebut bertujuan menyelaraskan program antara provinsi dan kabupaten agar tidak terjadi tumpang tindih serta lebih efektif dan terarah dalam pelaksanaannya.

Selain itu, KPA Papua Tengah juga memprioritaskan kegiatan sosialisasi secara masif di berbagai lokasi strategis, seperti sekolah, gereja, masjid, tempat hiburan, hingga instansi pemerintahan. Pemeriksaan HIV/AIDS secara massal juga menjadi salah satu agenda utama yang akan terus dilakukan guna memperluas deteksi dini terhadap penyebaran virus.

“Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan dalam menjalankan program. Oleh karena itu, kami akan menggandeng sejumlah instansi seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dukcapil, FKUB, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat,” tambah Freny.

KPA Papua Tengah menargetkan pendekatan yang lebih menyentuh masyarakat di tingkat akar rumput, guna memperkuat edukasi serta upaya preventif yang berkelanjutan dalam menekan angka penyebaran HIV/AIDS di wilayah tersebut. (Red) 

 

Pos terkait