DOGIYAI — Papuapatrolie-news.com, Sekolah Luar Biasa (SLB) PNG Sinar Kasih bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PNG Cahaya Kamukaby menggelar Ibadah Natal Sekolah pada Sabtu (30/11), sebagai ungkapan syukur atas kelahiran Yesus Kristus, Sang Juruselamat. Perayaan yang berlangsung penuh sukacita ini turut dihadiri pengurus Yayasan PNG, perwakilan Pemerintah Kabupaten Dogiyai, serta para tamu undangan.
Asisten I Setda Dogiyai, Nason Pigai, S.IP, yang hadir mewakili pemerintah daerah, memberikan apresiasi atas kontribusi Yayasan PNG dalam bidang pendidikan dan sosial di Dogiyai. Menurutnya, lembaga seperti SLB dan PKBM merupakan mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM dan pembangunan daerah.
“Lembaga seperti SLB dan PKBM ini adalah mitra Pemerintah Kabupaten Dogiyai. Kita perlu berkolaborasi dan bersinergi untuk membangun daerah ini bersama-sama,” ujar Nason Pigai dalam sambutannya.
Sekretaris Yayasan PNG, Yomince Edowai, S.PT, menegaskan bahwa setiap karya dan pelayanan yang dilakukan yayasan merupakan upaya meneladani Karya Kasih Yesus.
“Kita hadir untuk membantu mereka yang membutuhkan pertolongan. Ini adalah panggilan untuk memanusiakan manusia, tugas yang berat tetapi mulia, mencontohi karya Tuhan yang ajaib,” ujar Yomince.
Ia menambahkan bahwa sebagaimana Yesus hadir untuk membebaskan manusia, demikian pula Yayasan PNG membangun lembaga pendidikan guna membuka akses bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Agustinus Tandi, S.Th, yang mengangkat renungan dari Lukas 1:31: “Sesungguhnya engkau akan mengandung seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Dalam khotbahnya, Pdt. Tandi menekankan dua pesan penting:
Yesus lahir dari Maria yang sederhana, menggambarkan bahwa sesuatu yang dianggap kecil dapat diangkat Tuhan menjadi besar dan berdampak.
Seperti Maria yang awalnya ragu, banyak siswa SLB dan warga belajar PKBM mungkin tidak percaya diri. Namun melalui proses belajar dan kuasa Tuhan, mereka mampu membaca dan menulis, menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya.
“Hal ini mustahil bagi manusia, namun Ya dan Amin bagi Tuhan,” tegasnya.
Mengakhiri rangkaian acara, Kepala SLB PNG Sinar Kasih, Enias Anou, M.Pd, mengajak seluruh tenaga pendidik untuk melayani dengan hati dan kasih.
“SLB adalah tugas mulia, seperti pelayanan hamba Tuhan. Melayani anak berkebutuhan khusus berarti mengikuti jejak Yesus dalam pelayanan pendidikan dan penyembuhan. Karena itu, di SLB maupun PKBM, kita harus melayani dengan hati dan kasih,” ujar Enias Anou.
Perayaan Natal bersama ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga memperkuat komitmen Yayasan PNG dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Kabupaten Dogiyai. (Red)









