NABIRE PT – Papuapatrolie-news.com, Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Pembekalan Tenaga Guru MAPEGA Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Tahun 2025, bertempat di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Bandara Lama Nabire, Selasa (21/10/2025).
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, dihadiri oleh Pj Sekretaris Daerah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta 276 guru MAPEGA yang akan di tempatkan dari berbagai kabupaten di wilayah Papua Tengah.
Dalam arahannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk generasi Papua yang cerdas, sehat, dan berintegritas. Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan harus menjadi fokus utama seluruh pihak agar Papua Tengah dapat berkembang sejajar dengan provinsi lain di Indonesia.
“IPM Papua Tengah pada tahun 2023 berada di angka 59,8 dan naik tipis menjadi 60,44 pada tahun 2024. Ini menunjukkan bahwa perjalanan menuju kesejahteraan dan pendidikan merata masih panjang. Kita harus bekerja keras untuk mencapai angka di atas 70,” ujar Gubernur Nawipa.
Selain menyoroti tantangan kualitas pendidikan, ia juga menekankan pentingnya kesehatan dan keteladanan bagi para guru. “Guru harus jadi contoh hidup sehat makan teratur, tidur cukup, dan menjaga kesehatan supaya bisa sampai umur 70 tahun,” pesannya.
Gubernur Nawipa juga menegaskan bahwa kejujuran dan integritas merupakan fondasi utama dalam dunia pendidikan. Ia menyoroti masih adanya praktik manipulasi data dan penyalahgunaan dana BOS oleh oknum kepala sekolah maupun operator pendidikan di wilayah 3T.
“Ada masalah besar di data pendidikan kita. Operator bermain, kepala sekolah bermain. Mereka tipu data hanya karena dana BOS. Ini harus kita lawan!” tegasnya.
Ia mengungkapkan, rata-rata lama sekolah masyarakat Papua Tengah baru mencapai 6,12 tahun dengan harapan lama sekolah 9,63 tahun. Kondisi ini, katanya, menjadi tantangan besar bagi guru untuk memastikan setiap anak Papua memperoleh hak pendidikan hingga jenjang menengah atas.
“Kalau anak-anak tidak sekolah, maka masa depan Papua Tengah akan suram. Guru harus menjadi garda terdepan memastikan setiap anak bisa belajar dan menamatkan pendidikan minimal sampai SMA,” ujarnya.
Gubernur Meki Nawipa kemudian mengajak seluruh tenaga pendidik untuk berani melawan ketidakjujuran dalam sistem pendidikan serta mengabdi dengan hati yang tulus demi masa depan anak-anak Papua.
“Kita berdosa kalau tidak memberikan kejujuran dalam pendidikan. Sekolah gratis dan pendidikan bermutu hanya bisa terwujud kalau kita jujur dan bekerja dari hati,” ucapnya penuh semangat.
Di akhir sambutannya, Gubernur Nawipa mengajak para guru untuk menjadi “terang dari pinggiran”, yakni agen perubahan yang membawa semangat, integritas, dan ketulusan dalam menjalankan tugas di daerah terpencil.
“Guru harus menjadi terang dari belakang gunung, dari pulau, dari pesisir, dan dari lembah. Untuk membawa terang, kita harus punya hati untuk melayani. Tanpa hati dan kejujuran, pendidikan tidak akan berhasil,” tutupnya.
Melalui kegiatan pembekalan ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap para guru MAPEGA semakin siap, kompeten, dan berkomitmen dalam melaksanakan tugas di wilayah 3T, sekaligus memperkuat semangat membangun pendidikan yang jujur, merata, dan berkualitas di seluruh Papua Tengah. (Red)









