Merauke, PT – Papuapatrolie-news.com, Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Papua Tengah sepakat menjalin kerja sama strategis dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat Papua Tengah. Sebagai tindak lanjut, sebanyak 200 ekor sapi bali dari Kabupaten Merauke tengah dipersiapkan untuk pengiriman ke Papua Tengah, sesuai hasil rapat koordinasi yang digelar di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Rabu (24/07/2025).
Rencana pengiriman ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya pada tahun 2022, Kabupaten Merauke juga sukses menyalurkan sapi ke wilayah Mimika. Salah satu alasan utama pemilihan Merauke sebagai pemasok adalah statusnya yang bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta antraks.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Selatan, drh. Cahyono, M.H, menegaskan bahwa pihak karantina siap mendukung penuh keberhasilan program tersebut. “Karantina Papua Selatan senantiasa siap memfasilitasi proses pelalulintasan ternak, mulai dari pemeriksaan administrasi, fisik, hingga pengujian laboratorium,” ujar Cahyono.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani, menjelaskan bahwa sapi-sapi yang dikirim harus memenuhi sejumlah kualifikasi, di antaranya penampilan fisik sehat, proporsional, umur sesuai, serta berasal dari wilayah yang terbukti bebas PMK berdasarkan hasil laboratorium.
Pihak terkait dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyambut baik kerja sama ini, mengingat program ini termasuk dalam prioritas pembangunan sektor peternakan, pertanian, dan perikanan. Diharapkan sapi-sapi dari Merauke dapat berkembang dengan baik dan menopang kebutuhan gizi masyarakat, khususnya dalam hal protein hewani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Martha Bayu Wijaya, A.Pi., M.Sc., menyampaikan bahwa Merauke saat ini memiliki populasi sapi yang mencapai 43.000 ekor, sehingga mampu menyuplai kebutuhan Papua Tengah.
“Kami siap memfasilitasi pengadaan sapi sesuai permintaan, dengan memperhatikan spesifikasi yang dipersyaratkan dan memastikan alat angkut ternak memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan,” ujar Martha Bayu.
Cahyono juga menambahkan bahwa seluruh proses karantina dilakukan di daerah asal, mencakup pemeriksaan administrasi, fisik, pengambilan sampel, pengujian laboratorium, hingga pengawasan selama pengiriman. “Dengan peralatan uji yang lengkap dan modern, Karantina Papua Selatan optimis dapat menjamin hasil uji yang akurat dan mendukung kelancaran distribusi,” pungkasnya.
Melalui kerja sama ini, diharapkan upaya peningkatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat di wilayah Papua Tengah dapat tercapai secara berkelanjutan, dengan tetap menjaga kualitas dan kesehatan hewan ternak. (Red)









