Nabire – Papuapatrolie-news.com, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas Kelas IIB Nabire, Doni Worabay, angkat bicara terkait pelarian tiga narapidana pada Kamis dini hari, 8 Mei 2025. Dalam keterangannya kepada awak media, ia mengungkapkan sejumlah kendala teknis dan keterbatasan sumber daya yang diduga menjadi penyebab lolosnya ketiga napi tersebut dari dalam Lapas.
“Benar, ada tiga warga binaan kami yang melarikan diri pada Kamis sekitar pukul 01.00 WIT. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas peristiwa ini, karena ketiga napi tersebut terlibat kasus berat, yakni pembunuhan dan kepemilikan senjata api,” ujar Doni saat dikonfirmasi media pada Jumat, 9 Mei 2025.
Menurutnya, salah satu faktor utama yang menjadi celah keamanan adalah keterbatasan fasilitas pengawasan. “Kami tidak memiliki pos menara untuk pantauan dari ketinggian dan tidak ada pagar pembatas antara blok tahanan dan tembok luar. Hal ini jelas menjadi kelemahan dalam sistem keamanan kami,” jelasnya.
Selain itu, Lapas Nabire juga mengalami kekurangan tenaga pengamanan. Saat kejadian, hanya terdapat empat petugas yang berjaga untuk mengawasi sekitar 220 narapidana. “Jumlah ini tentu sangat minim. Kami menyadari keterbatasan ini dan sedang berupaya berkoordinasi dengan pihak berwenang guna mencari solusi jangka panjang,” tambahnya.
Mengenai kronologi kejadian, Doni menyebut bahwa para narapidana diduga telah merencanakan pelarian secara matang. “Mereka menggunakan sebuah tangga yang diduga sudah disiapkan jauh hari. Tangga ini digunakan untuk memanjat tembok lapas. Sayangnya, saat itu CCTV kami tidak berfungsi, sehingga tidak terekam secara jelas,” ungkapnya.
Terkait kemungkinan adanya bantuan dari pihak internal maupun eksternal, pihak Lapas masih melakukan pemeriksaan. “Kami tengah memeriksa petugas jaga dan beberapa warga binaan lainnya. Jika ditemukan indikasi bantuan, tentu akan kami laporkan secara resmi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipatif, pengawasan internal telah ditingkatkan. “Mulai tadi malam, saya instruksikan agar patroli keliling dilakukan setiap dua jam sekali, untuk mencegah kejadian serupa dan memberikan efek jera,” lanjut Doni.
Adapun identitas ketiga narapidana yang melarikan diri yaitu:
1. Irinus Telenggen
2. Salam Telenggen alias Uras Telenggen
3. Yomison Murib bin Murtel Murib (Alm.)
Pihak Lapas Nabire telah berkoordinasi dengan Polres Nabire dan TNI dalam upaya pencarian terhadap para napi yang kabur. Mengingat dugaan kuat bahwa mereka berafiliasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pencarian difokuskan di sejumlah titik yang dicurigai sebagai tempat persembunyian mereka.
Pihak Lapas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui keberadaan ketiga napi tersebut. (Red)









