Nabire, papuapatrolie-news.com – Kepolisian Daerah Papua Tengah menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Noken 2025, yang berlangsung pada Senin pagi (14/07/2025) di Lapangan Apel Mapolres nabire. Apel dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K., dan dihadiri oleh unsur Forkopimda papua tengah, dan kabupaten nabire, Dandenpom XVII/1 Nabire, para pejabat utama Polda Papua Tengah, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa Operasi Patuh Noken 2025 akan berlangsung selama 14 hari, dimulai dari 14 hingga 27 Juli 2025. Operasi ini merupakan bagian dari upaya nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh provinsi se-Indonesia dalam rangka meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), khususnya pasca peringatan Hari Bhayangkara ke-78.
Kapolda menyampaikan bahwa kondisi lalu lintas di Papua Tengah menunjukkan dinamika yang perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan data Ditlantas Polda Papua Tengah, jumlah tilang pada Triwulan I sebanyak 404 kasus dan menurun menjadi 184 kasus pada Triwulan II (turun 54,46%). Sementara itu, jumlah teguran meningkat dari 239 menjadi 261 (naik 9,21%). Untuk kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas), Triwulan I tercatat 128 kasus dan menurun menjadi 126 kasus pada Triwulan II.
“Meski angka kecelakaan menurun, masih ada korban jiwa yang harus menjadi perhatian bersama. Jumlah korban meninggal dunia menurun dari 29 menjadi 20 orang, namun jumlah luka berat dan ringan justru mengalami sedikit peningkatan,” ungkap Kapolda.
Dalam paparannya, Brigjen Pol Alfred Papare menyebut bahwa sasaran Operasi Patuh Noken 2025 meliputi pelanggaran pengendara roda dua, pengemudi mobil, pejalan kaki, kelengkapan surat kendaraan, penggunaan helm SNI, penggunaan knalpot tidak standar, hingga pelanggaran di kawasan rawan seperti sekolah, pasar, terminal, dan objek wisata.
Operasi ini juga akan menyasar pelanggaran lalu lintas seperti menerobos lampu merah, tidak memakai sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, serta berkendara dalam pengaruh alkohol. Selain penegakan hukum, operasi ini juga mengedepankan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat melalui media cetak, elektronik, dan media sosial.
Kapolda memberikan beberapa penekanan kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi:
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Menjaga keselamatan diri dalam bertugas;
3. Meningkatkan disiplin dan profesionalisme anggota;
4. Membangun sinergitas dengan stakeholder terkait;
5. Mengedepankan sikap humanis: senyum, sapa, dan salam;
6. Memberikan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada sinergi dengan semua pihak terkait, serta kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas,” tegas Kapolda.
Dengan mengucapkan doa dan harapan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Brigjen Pol Alfred Papare secara resmi menyatakan bahwa Operasi Patuh Noken 2025 Polda Papua Tengah dimulai. Ia menutup sambutannya dengan harapan agar seluruh personel diberikan perlindungan dan bimbingan dalam menjalankan tugas negara demi keselamatan masyarakat. (Red)









