NABIRE – Papuapatrolie-news.com, Dalam rangka memperkuat persatuan dan menjaga kedamaian di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Kepolisian Resor (Polres) Nabire menggelar kegiatan Coffee Morning bersama Forkopimda, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat dan agama, bertempat di Aula Wicaksana Laghawa Polres Nabire, Senin (1/9/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Nabire Burhanuddin P., Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., perwakilan Dandim 1705/Nabire, Ketua DPRK Nabire, Kajari Nabire, perwakilan Pengadilan Negeri, Danyon Brimob C Pelopor Nabire, Kasat Pol PP, serta para tokoh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSAG), tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.
Dalam pernyataannya, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtibmas). Ia menegaskan, permasalahan sosial dan kriminalitas yang kerap terjadi di kota-kota besar tidak boleh sampai terjadi di Nabire, sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah.
“Setiap informasi terkait Kamtibmas yang masuk ke kepolisian harus segera diteruskan kepada para kepala suku dan ketua kerukunan agar dapat disikapi bersama demi menjaga keamanan,” tegas AKBP Samuel.
Adapun beberapa poin penting yang dihasilkan dalam diskusi tersebut antara lain:
1. Penanganan kriminalitas seperti begal dan curanmor dengan tindakan tegas oleh aparat TNI-Polri.
2. Peningkatan patroli serta dukungan pemerintah daerah, termasuk pengaktifan pos keamanan.
3. Penempatan personel berdasarkan potensi ancaman, sebagai evaluasi dari insiden penembakan KKB.
4. Perhatian pemerintah daerah terhadap kegiatan adat dan kerukunan sebagai wadah persatuan masyarakat.
5. Dukungan terhadap penegakan hukum, tanpa adanya pembelaan bagi pelaku tindak kejahatan.
6. Penyusunan kesepakatan bersama yang akan ditandatangani dalam pertemuan berikutnya.
Kapolres juga menegaskan sikap kepolisian dalam menghadapi aksi unjuk rasa.
“Jika ada demonstrasi, pengunjuk rasa akan tetap dilindungi. Namun bila ada penyusup yang membuat anarkis, sesuai perintah Kapolri: tindak tegas dan lumpuhkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi.
“Apabila terjadi pembakaran, penjarahan, atau kekerasan, jangan biarkan. Ingatkan masyarakat kita agar tidak terprovokasi. Kami akan selalu mengedepankan cara humanis, tetapi bila keamanan terganggu, tindakan tegas tidak bisa dihindari,” kata Kapolres.
Selain itu, AKBP Samuel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama menjaga Nabire tetap damai.
“Mari kita jaga Kabupaten Nabire, kota tercinta ini, sebagai Firdaus kecil bagi seluruh suku yang mendiami tanah ini,” pungkasnya.
Kegiatan Coffee Morning ini menjadi momentum penting dalam menegaskan komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat luas untuk menjaga Nabire tetap aman, damai, dan kondusif. (Red)









