Tiga Ranperdasi Disahkan! Papua Tengah Siap Melaju ke Era Pembangunan Baru

Nabire, PT – Papuapatrolie-news.com, Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara resmi menyampaikan Pendapat Akhir Gubernur pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPR Papua Tengah) terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Ranperdasi), yaitu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pajak dan Retribusi Daerah, serta Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Sidang paripurna ini berlangsung di Ruang Sidang Utama DPR Papua Tengah, Nabire, Jumat (15/8/2025).

Mengawali sambutan, Gubernur Papua Tengah yang diwakili oleh Wakil Gubernur menyampaikan penghormatan kepada pimpinan dan anggota DPR Papua Tengah, Forkopimda, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), kepala perangkat daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, pimpinan partai politik, serta insan pers yang hadir dalam sidang tersebut.

Dalam pidatonya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa sidang paripurna ini menunjukkan komitmen bersama bahwa pembangunan Papua Tengah dibangun atas dasar semangat dialog, kemitraan, serta kesediaan untuk saling mendengar demi menghasilkan regulasi yang berkualitas dan berpihak pada rakyat.

 “Dari seluruh pandangan fraksi terhadap ketiga ranperdasi strategis ini, kami melihat adanya benang merah berupa kesamaan tekad menghadirkan Papua Tengah yang bukan hanya tumbuh, tetapi maju secara merata; bukan hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga berpijak pada keadilan sosial,” ujar Wagub saat membacakan Pendapat Akhir Gubernur Papua Tengah.

Ia menekankan bahwa RPJMD harus bersifat hidup, relevan dengan karakteristik delapan kabupaten, serta mampu memetakan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi riil. Sementara itu, kebijakan pajak dan retribusi daerah harus dikelola secara bijak, tidak membebani masyarakat, namun tetap menjadi sumber pembiayaan pembangunan. Adapun pembentukan dan susunan perangkat daerah diharapkan efisien, adaptif, serta berpihak pada Orang Asli Papua (OAP) bukan hanya secara administratif, tetapi sebagai pelaku utama dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutan tersebut, Gubernur juga mengakui sejumlah tantangan pembangunan seperti keterbatasan infrastruktur, layanan dasar yang belum merata, serta perlunya pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Namun, semua itu diyakini dapat dihadapi melalui sinergi antara eksekutif, legislatif, serta seluruh unsur masyarakat.

 “Seluruh masukan hari ini tidak akan berhenti sebagai catatan sidang semata, tetapi akan menjadi panduan kerja nyata, dituangkan dalam program yang terukur, dikawal oleh regulasi yang kuat, dan diwujudkan di lapangan,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Wagub mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga spirit kebersamaan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam mewujudkan Papua Tengah yang Emas, Adil, Berdaya Saing, Bermartabat dan Berkelanjutan.

Rapat Paripurna kemudian ditutup dengan doa serta harapan agar Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati dan menuntun setiap langkah seluruh aparatur dan pemangku kepentingan dalam melayani masyarakat Papua Tengah. (Red) 

Pos terkait