NABIRE – Papuapatrolie-news.com, Pemerintah Kabupaten Nabire bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para kepala suku sepakat menegaskan bahwa selebaran berisi ajakan aksi solidaritas pasca peristiwa di beberapa daerah luar Papua adalah informasi hoaks. Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan Coffee Morning yang berlangsung di Aula Wicaksana Laghawa Polres Nabire, Senin (1/9/2025).
Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Nabire yang cepat tanggap menyikapi isu tersebut.
“Hari ini kita bersyukur bisa berkumpul. Saya berterima kasih kepada Kapolres Nabire yang dengan cepat mengambil langkah melalui Coffee Morning ini. Kita prihatin sekaligus berduka atas kejadian yang terjadi di Jakarta, Bandung, Jogja, Kediri, bahkan Makassar. Namun, jangan sampai kondisi itu merembet ke Nabire,” ujarnya.
Burhanuddin menegaskan, beredarnya 6 hingga 7 selebaran di media sosial yang berisi ajakan aksi serentak pada 1–5 September 2025 di seluruh Indonesia, termasuk Nabire, tidak benar.
“Selebaran itu adalah hoaks. Kapolres, Wakapolres, hingga komunitas intelijen sudah menegaskan hal tersebut. Sampai hari ini tidak ada pihak yang menyatakan akan melakukan aksi di Nabire,” tegasnya.
Dalam Coffee Morning tersebut, seluruh peserta menyepakati bahwa masyarakat tidak boleh terprovokasi isu maupun ajakan yang menyesatkan. Hasil diskusi akan dituangkan dalam pernyataan resmi yang ditandatangani Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, kepala suku, paguyuban, dan seluruh undangan.
Kapolres Nabire akan menyusun konsep pernyataan tersebut dalam 2–3 hari ke depan sebelum ditandatangani bersama dalam pertemuan lanjutan.
Selain itu, Wabup Burhanuddin juga menyinggung soal disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga kontrak Pemkab Nabire. Ia menegaskan tidak boleh ada pegawai pemerintah yang ikut terlibat dalam aksi ilegal sebagaimana tercantum dalam selebaran hoaks.
“Tadi pagi saat apel gabungan ASN, saya sudah sampaikan agar tidak ada yang terlibat. Jika nanti terbukti ada ASN maupun tenaga kontrak yang ikut, maka pasti akan diberikan tindakan tegas,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Nabire tetap aman, damai, dan kondusif. (Red)









